Kaprodi Ilmu Pemerintahan Universitas Yuppentek Menyarankan Program Makan Bergizi Lebih Tepat untuk Daerah Tertinggal

 

TANGKOT – Khikmawanto, Direktur Eksekutif Renaissance Institute sekaligus Kaprodi Ilmu Pemerintahan Universitas Yuppentek Indonesia, menyatakan bahwa program makan bergizi gratis dari Presiden Prabowo akan lebih efektif jika diterapkan di daerah pedesaan atau pelosok dibandingkan di perkotaan.

Ia menilai konteks kebutuhan dan manfaat program ini berbeda antara wilayah perkotaan dan pedalaman.

Menurutnya, di kota-kota besar, pola makan masyarakat cenderung lebih terjamin, Anak-anak di perkotaan, misalnya, sudah terbiasa mengonsumsi makanan bergizi seperti ayam secara rutin.

Sementara itu, di pedesaan, apalagi di wilayah tertinggal seperti Papua, konsumsi makanan bergizi seperti ayam masih dianggap sebagai kemewahan.

“Di pedalaman, ketika anak-anak yang biasa makan ubi diberikan ayam atau makanan bergizi lain, mereka sangat bersyukur. Hal ini menunjukkan bahwa program ini lebih memberikan dampak nyata di wilayah tersebut,” jelasnya. Rabu 15 Januari 2025.

Khikmawanto juga mengingatkan bahwa di perkotaan, orang tua umumnya lebih mampu menyediakan makanan bergizi bagi anak-anaknya.

Sebaliknya, di daerah pelosok, akses dan kemampuan ekonomi sering menjadi kendala dalam menyediakan makanan sehat.

“Kalau kita pukul rata, program ini justru bisa kurang tepat sasaran di kota. Program makan bergizi sebaiknya diprioritaskan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan, yaitu masyarakat di daerah terpencil,” tambahnya.

Ia, juga menyoroti fenomena menikmati kemiskinan yang sering terjadi di perkotaan.

Fenomena ini merujuk pada sikap masyarakat yang tetap mengandalkan bantuan sosial meskipun sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan sendiri.

Hal ini, menurut Khikmawanto, menjadi tantangan dalam memastikan program seperti makan bergizi gratis benar-benar menyentuh pihak yang membutuhkan.

Sebagai penutup, Khikmawanto mengatakan,” pemerintah lebih memperhatikan pemerataan program bantuan ini, dengan fokus utama pada daerah-daerah yang memang memerlukan dukungan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakatnya,”

Ia, juga menekankan perlunya pengawasan agar program ini berjualan sesuai sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berhak.